Showing posts with label Bisnis Strategy. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Strategy. Show all posts

Sunday, November 15, 2015

Bagaimana mengubah IDE anda menjadi sebuah kerajaan BISNIS

Judul: Bagaimana mengubah IDE anda menjadi sebuah kerajaan BISNIS
Sub-Judul: -
Pengarang: H.Sony Sugema, MBA
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 2004

Ini adalah salah satu buku pengalaman berbisnis penulis yang bergerak di bidang pendidikan atau dimulai dengan bimbingan belajar saat penulis masih duduk dibangku kuliah. Buku pocket ini bercerita tentang pengalaman yang di alami secara langsung oleh penulis dalam membangun kerajaan bisnisnya - cerita tentang jatuh bangun dalam mengimplementasikan idenya, dan beberapa keyakinan yang didapat dalam perjalanan bisnisnya.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman seseorang, dan ini adalah salah satu buku pocket yang cukup sarat dengan informasi dan pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran oleh kita dalam membangun kerajaan bisnis yang akan kita bangun.

menurut penulis berbicara bisnis adalah  bicara mengenai Mental, Kekuatan pikiran dan Obsesi. Hal inilah yang membuat penulis sangat yakin untuk membangun kerajaan bisnis maka diperlukan Impian, Ilmu dan Kerja Keras - tiga hal mendasar yang harus dimiliki untuk membangun bisnis yang sukses, dimana impian dan kerja keras adalah bagian yang paling dominan. Napoleon Bonaparte berucap - Kesuksesan tidak pernah final dan kegagalan tidak pernah fatal, keberanianlah yang berlaku. Berjuanglah dengan penuh kehati-hatian, yakinlah bahwa apa yang anda perjuangkan itu berharga.

Jika kau tidak pernah bermimpi maka kau tidak akan mempunyai dan memiliki impian untuk menjadi kenyataan. Maka berhati-hatilah dengan mimpimu, jangan pernah meremehkan mimpimu! Namun kerja keraslah yang mewujudkan mimpimu menjadi kenyataan, dengan adanya ilmu maka dia bagaikan nakhoda yang mengarahkan kerja kerasmu menuju perwujudan mimpi yang telah kau punyai.

Modal memang penting namun bukanlah faktor utama dalam bisnis, rahasianya adalah - bentuk organisasi usaha tersebut tetap RAMPING, EFISIEN (efektifitas adalah melakukan hal yang benar dan efisien adalah melakukan hal dengan benar); langkah berikutnya adalah FOKUS dan last but not least adalah pembeda (DIFFERENT). Rahasia kesuksesan adalah sukses selalu melibatkan 3 hal penting - KEGAGALAN, PROSES dan WAKTU. 
Kesuksesan juga haruslah dirasakan oleh PELANGGAN, KARYAWAN dan STAKEHOLDER. Hal ini bisa dimulai dengan membuat aturan main yang jelas dan memberikan job description yang jelas. intinya adalah semuanya haruslah JELAS dan TRANSPARAN. Tidak mungkin ada bisnis tanpa kepercayaan dan tidak ada kepercayaan tanpa INTEGRITAS.

7 kebiasaan utama entrepreneur adalah -

  1. Ulet
  2. Sabar
  3. Kreatif
  4. Tegas Tapi Sayang
  5. Belajar
  6. Terbuka
  7. Teladan dan Integritas



Wednesday, December 31, 2014

GIGA Profit - Lampaui Samudra Biru dg Monopoly Rules



GIGA PROFIT
Lampaui Samudra Biru dengan MONOPOLY RULES

Menjadi #1 dengan Resep Sukses Fenomenal Honda, Starbucks, Southwest Airlines, Dell, dll.


By Milind M.Lele, Ph.D – Managing Director of SLS Consultants, Inc.


Hal yang menarik dari buku ini selain sampulnya yang berwarna merah menyala ada sub judul yang tertuls di bawahnya, ….MONOPOLY RULES. Terus terang hal ini yang menarik perhatian saya untuk membaca buku ini. Pengertian saya setelah membaca judul yang ada disampul buku adalah GIGA PROFIT didapat dengan menggunakan MONOPOLY RULES.


Pertanyaannya adalah monopoly kan dilarang! Bahkan ada undang-undang anti monopoly dalam berbisnis di Indonesia bahkan dunia. Monopoly dekat sekali dengan praktek KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme). Pastilah si pengarang mengetahui hal ini juga. Hal ini yang menarik perhatian saya… apa yang akan di tawarkan oleh si pengarang.

Apakah resepnya berkaitan dengan sukses Honda, Sarbucks dan Southwest Airlines serta Dell?

Ternyata jawabannya sangat sederhana “Ya, mereka melakukan monopoly!”

Pada bab pendahuluan sudah langsung dijelaskan disana bahwa menurut pemahaman konvensional bisnis adalah kompetisi. Namun, menurut si pengarang bisnis adalah monopoly!!!

Cukup provokatif bukan.

Milind membuat perumpamaan untuk menjelaskan statementnya ini. Bila anda ingin menonton film di bioskop, tentunya anda akan datang ke gedung bioskop bukan? Mungkin anda akan menghabiskan waktu hampir tidak kurang dari 2.5 jam, mulai dari mengantri tiket hingga bubar film. Untuk menemani anda menonton filmnya, prnahkah anda memesan minuman makanan disana? 



Tentu bukan, karena jelas-jelas disana tertulis DILARANG MEMBAWA MAKANAN/MINUMAN DARI LUAR! Disana sudah disediakan etalase yang menjual snack dan minuman yang pastinya harga disana jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga diluar bukan!



Harga sekaleng coca-cola bisa mencapai Rp 10.000 – 15.000, bila anda membeli jenis minuman yang sama dengan kemasan yang sama pula di supermarket dibawah bioskop itu, mungkin anda akan mendapat 2-3 kaleng untuk jumlah uang yang sama seperti yang anda keluarkan di dalam gedung bioskop! Namun, karena ada aturan pelarangan tersebut memaksa anda untuk membayarnya lebih tinggi lagi bukan.

Apakah menurut anda ini Monopoly?

Contoh berikutnya adalah Dell Computer. Dell menguasai pasar pembuat PC yang menjual PC berdasarkan pesanan langsung ke konsumen corporate hampir selama 10 tahun lebih.



Dell mampu memberikan sentuhan special yang dibutuhkan oleh penggunanya. Dalam satu perusahaan tentunya akan membutuhkan banyak computer bukan? Namun fungsi dan kegunaan aplikasi yang ada didalamnya bisa berbeda bukan? Seorang sekretaris tidak perlu PC yang mempunyai spesifikasi seperti pegawai di divisi TI, dan juga divisi DESIGN membutuhkan spesifikasi yang berbeda dengan divisi TI.



Nah, pasar inilah yang ditangkap oleh Dell. Secara keseluruhan perusahaan bisa memangkas biaya pembelian computer dan softwarenya yang tidak sesuai dengan penggunanya. Tapi, sekaligus juga bisa memberikan fasilitas PC yang terbaik berdasarkan kebutuhannya untuk masing-masing divisi yang ada di dalamnya.



Pasar ini tidak digarap oleh pembuat PC yang lain, karena mereka membuat PC dengan strandar yang sama tanpa ada perbedaan spesifikasi berdasarkan pesanan. Apakah Dell mendapatkan margin yang tinggi untuk ceruk pasar ini? Apakah ini monopoly Dell, karena begitu membutuhkan PC yang per-customize maka orang langsung ingat Dell?

Contoh lainnya adalah Honday Odyssey selama 4 tahun, dimulai pada tahun 1999, menguasai pasar mobil di kelas Van. Mobil Jepang menguasai pasar mobil Van di Amerika? Tentunya suatu hal yang menarik. ternyata kunci suksesnya adalah terletak pada bagian kabin belakang mobil ini.



Pada kabin belakang mobil ini terdapat kursi yang bisa dilipat sehingga para ibu-ibu di Amerika, hampir semua menggunakan mobil jenis Van, dapat memuat belanjaan yang banyak disana. Namun, juga bisa memuat orang yang banyak (keluarga) dengan cara menurunkan lipatan kursi di bangku baris ke-3 ini. Sangat fungsional bukan?



Jenis kursi lipat ini tidak dimiliki oleh pesaing mereka yang lain pada saat itu. Pesaing baru muncul 4 tahun kemudian. Jadi, selama 4 tahun itu. Honda Odyssey mendapatkan MONOPOLY untuk penjualan mobil van tersebut.  Walaupun ceruk pasar ini hanya 10% dari total penjualan mobil di sana, namun Honda meraik sekitar sepertiga profit di segment ini.

Jadi, pengarang menyatakan bahwa monopoly yang dimaksud adalah ruang yang dikuasai selama periode waktu yang cukup.

Monopoly berartu memiliki, mengendalikan secara eksklusif, sesuatu –sekelompok konsumen, fitur produk atau atribut lain yang diinginkan – dalam waktu yang cukup lama untuk menghasilkan keuntungan.

Monopoly tradisioanl menurut Milind tergantung pada SCA (sustainable competitive advantage) – keunggulan kompetitif berkelanjutan. Berikut adalah gambaran pengertiannya: SCA trdisional – produk unik, merek kuat, skala besar, biaya rendah – hanyalah sarana dimana MONOPOLY adalah tujuannya.

Namun, monopoly tradisional berbasis asset akan semakin tidak efektif. Monopoly masa depan adalah monopoly situasional. Pertimbangannya: jika anda memliki apa yang diinginkan banyak orang, dan tidak ada pihak lain yang memenuhi kebutuhan itu, maka orang-orang itu akan membeli dari Anda. Produk itu tidak harus murah, unik atau diiklankan secara luas. Yang anda perlukan saat memiliki monopoly situational adalah anda harus menampilkannya.

Ada 3 faktor dasar yang mempengaruhi monopoly situasional, yaitu :
-          pergeseran industry

-          pergeseran competitor

-          pegerseran konsumen

Aturan Monopoli situasional yang paling utama adalah MENCARI MONOPOLI! Anda harus mengetahu apakah bisnis anda memiliki monopoli?, dimana monopoli tersebut? Mengapa monopoli itu ada? Kapan monopoli itu bisa berakhir?

Kiat melindungi monopoli yang sudah kita miliki:
  1. Jangan mengabaikan kompetisi potensial – terutama dari sumber yang tidak terduga
  2. Pastikan anda memahami sifat dan sumber sesungguhnya dari monopoly anda
  3. bersiaplah untuk berubah bersama dinamika industri, competitor dan konsumen
  4. tetaplah perhatikan pergerakan monopoli
  5. jangan berpuas diri

Pola monopoli berikutnya akan muncul bila anda dapat memperhatikan competitor anda, ada 3 pendekatan yang bisa dijadikan indicator munculnya monopoli baru yaitu :
  1. munculnya kebutuhan dari konsumen
  2. kelembaman para pemain yang ada
  3. kemampuan baru

Kemunculan kompetisi baru membawa seumpulan perubahan yang kuat dan saling berhubungan. Secara terpissah dan bersama-sama, kemunculan ini mengubah tatanan bisnis secara dramatis.

Pertama, konsumen berubah – mereka bertambah tua, menjadi semakin pintar & menuntut, semakin terpecah dan kurang loyal terhadap merek & perusahaan

Kedua, ada lebih banyak orang di lebih banyak tempat yang mengenal teknologi daripada sebelumnya. Mereka menolak menggunakan versi lama – mereka menginginkan yang terbaru, tercanggih dan mereka menginginkannya sekarang.

Ketiga, penyebaran teknologi juga berarti bahwa orang-orang di Beijing dan Bangalore mampu membuat produk terbaru versi mereka sendiri secara lebih cepat, lebih baik dan lebih murah daripada lawan mereka di Yokohama atau Seattle – dengan atau tanpa ijin si pemilik teknologi

Keempat, pedagang besar seperti Wal-Mart, Home Depot dan Best Buy, pemain ecommerce seperti Amazon & eBay, serta hypermarket seperti Carefour mengendalikan segmen-segmen pasar kebutuhan rumah tangga yang jauh lebih luas daripada sebelumnya di USA dan Eropa.

Monopoli merk dan produk menghilang saat para pedagang ini menggunakan kekuatan mereka untuk menekan harga (bahkan terhadap merk yang sebelumnya merupakan merk mewah yang dibanggakan) dan membangun merk sendiri. Kekuatan pertumbuhan dominasi saluran – si “buruk seksi” dalam bisnis saat ini – secara radikal mengubah karakter pemasaran barang-barang kebutuhan rumah tangga.

2014 © Movieism
RealMag theme by Templateism